Membentuk Karakter Pemimpin pada Anak

Anak-anak muda saat ini sering terjebak dalam tren yang sedang viral. Salah satu contohnya adalah Citayam Fashion Week (CFW), di mana banyak anak muda mengikuti gaya mode yang sedang populer. Tujuan mereka biasanya untuk menunjukkan eksistensi diri dan mendapatkan keuntungan materi. Hal ini menunjukkan bahwa mereka lebih fokus pada kesenangan sesaat daripada memahami esensi dari apa yang mereka lakukan.

Kondisi ini membuat anak-anak muda cenderung mudah terpengaruh oleh budaya permisif, sehingga sulit untuk memiliki karakter pemimpin yang kuat. Padahal, anak-anak muda adalah calon pemimpin masa depan. Oleh karena itu, orang tua perlu memupuk karakter pemimpin yang sejati pada diri anak.

Langkah-Langkah untuk Membentuk Karakter Pemimpin

Pertama, penting untuk menyampaikan kepada anak bahwa setiap orang adalah pemimpin. Mereka harus bertanggung jawab atas semua pilihan hidup dan sikap yang diambil. Sebagaimana hadis Rasulullah Saw., “Kalian semua adalah pemimpin dan masing-masing dari kalian akan diminta (pertanggungjawaban) atas orang yang berada di bawah pimpinan kalian.” Hal ini mengajarkan tanggung jawab dan kepemimpinan sejak dini.

Kedua, jangan biarkan anak menjadi cengeng. Ajarkan mereka untuk tidak mudah mengeluh atau merajuk. Menangis boleh, tetapi dengan cara yang sewajarnya. Mental yang kuat perlu dilatih sejak usia dini. Pada usia 7—14 tahun, anak-anak perlu diajarkan untuk melaksanakan kewajiban agama seperti salat tepat waktu dan puasa Ramadan. Jika mereka gagal, hukuman wajar bisa diberikan tanpa menyakiti fisiknya. Namun, jika berhasil, berikan reward atau hadiah agar mereka termotivasi.

Pembinaan dan Pengaruh Lingkungan

Ketiga, libatkan anak dalam kegiatan halakah secara intensif dengan pembina yang tepercaya. Ini bukan berarti orang tua tidak mampu membina anak sendiri, tetapi untuk memberi ruang bagi anak bertemu dengan orang-orang saleh dan belajar berinteraksi dengan orang lain. Dengan begitu, anak akan mendapatkan input yang positif dan memahami hakikat kehidupan serta terbentuk kepribadian islami yang utuh.

Dalam proses ini, anak juga diajarkan tentang akidah dan ideologi-ideologi seperti Islam, kapitalisme, dan sosialisme. Karakter pemimpin dalam Islam dapat diajarkan dengan membandingkan ideologi tersebut sehingga lebih menancap dalam pikiran anak.

Pendidikan dan Keterlibatan Orang Tua

Keempat, masukkan anak ke lembaga pendidikan yang memiliki visi misi membentuk karakter pemimpin. Orang tua perlu bekerja sama dengan lembaga pendidikan agar sinkron dengan apa yang diajarkan guru dan model pendidikan di rumah. Selain itu, orang tua harus selalu belajar tentang ilmu kehidupan dan bersikap open minded. Mereka juga perlu memahami perkembangan pemikiran anak agar bisa memberikan arahan yang tepat.

Doa dan Harapan

Kelima, jangan lupa untuk mendoakan anak. Doa ikhlas dari orang tua akan sampai ke langit dan Allah Swt. akan mengijabahnya. Semoga Allah Taala memberikan taufik dan hidayah-Nya agar kita dan anak-anak kita termasuk golongan orang-orang saleh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *